Jumat, 01 Januari 2010

PROGRAM LAYANAN PENDIDIKAN ANAK CERDAS ISTIMEWA BERBAKAT ISTIMEWA.

ARTIKEL

Salah satu program layanan pendidikan anak cerdas istimewa berbakat istimewa adalah Akselerasi. Akselerasi adalah Program Pendidikan percepatan belajar yang diberikan kepada anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa.Tujuannya adalah Memberi kesempatan kepada siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk menyelesaikan program studi lebih cepat.
Masalah yang diangkat pada materi kali ini adalah anggapan atau pandangan yang salah dari pihak sekolah terhadap program ini, telah membuat kesalahan dalam pelaksanaannya. Di masyarakat, masih menjadi pro dan kontra adanya program akselerasi bagi siswa cerdas istimewa baik pendidik maupun orang tua siswa. Masyarakat menaruh curiga terhadap program akselerasi seolah menjadi ajang mengeruk dana dari orang tua yang memiliki kelebihan dana pendidikan. Hal ini diungkapkan IMAM MUKTI, WIBAWA yang menguraikan pengalaman sebagai guru di program akselerasi selama 6 tahun di SMP Taruna Bakti Bandung.
Adapun Faktor penyebab nya adalah
 Sekolah berusaha untuk terus memaksakan supaya program ini selalu ada di setiap tahun ajaran dengan jumlah siswa semaksimal mungkin.
 Menawarkan pilihan kepada siswa atau orang tua untuk mengikuti program akselerasi atau tidak. Padahal program akselerasi bukanlah program pilihan karena program ini harus memenuhi standar yang telah baku dan bersifat menetap, yaitu IQ. Dengan menawarkan pilihan, maka dimungkinkan siswa yang tidak memenuhi standar IQ dapat mengikuti program ini selama memenuhi syarat “administrasi” kepada sekolah.
 Memberikan layanan pembelajaran yang tidak berbeda dengan layanan reguler. Keseriusan sekolah dalam mengelola akselerasi. Apabila sekolah memandang akselerasi hanya untuk mengingkatkan gengsi atau ajang promosi untuk menarik siswa saja, maka setelah PSB (penerimaan Siswa Baru) selesai dan tahun pelajaran dimulai maka sekolah menganggap perhatian terhadap program ini pun selesai dan diperlakukan sama dengan program lainnya.
 Progam akselerasi diperlakukan istimewa oleh sekolah khususnya dalam hal fasilitas dan sarana belajar sehingga menimbulkan kecemburuan dari siswa atau guru lainnya. Siswa akselerasi dipungut biaya pendidikan lebih dari reguler maka sekolah menganggap bahwa penambahan fasilitas untuk kelas akselerasi menjadi sesuatu yang wajar.
SOLUSI
1) Membenahi pandangan atau paradigma dari sekolah dan masyarakat dalam memandang program akselerasi.
Oleh karena itu maka sekolah penyelenggara akselerasi harus terus membenahi diri dalam pelaksanaan akselerasi sehingga tidak menimbulkan kesalahanpahaman dari masyarakat. Sekolah berada pada posisi sebagai ujung tombak pelaksanaan program ini, sehingga dituntut untuk membenahi diri dalam memandang keberadaan program akselerasi. Pandangan bahwa akselerasi hanya menjadi icon atau simbol dari status sekolah semata harus ditanggalkan dan diganti menjadi bentuk pengabdian dalam melayani siswa secara utuh dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Apabila sekolah memandang program ini sebagai bentuk layanan bagi siswa cerdas istimewa maka sekolah tidak akan main-main atau asal dalam menjalankan program ini karena manyangkut masa depan siswa dan pemenuhan hal mereka secara utuh. Setelah melakukan hal tersebut kami mengusulkan supaya sekolah penyelenggara akselerasi melakukan sosialisasi yang baik dan tepat tentang hakekat dan landasan penyelenggaraan program akselerasi. Hal ini bisa dilakukan terbatas yaitu kepada stakeholder pendidikan maupun secara umum melalui berbagai media yang tersedia.
Misalnya kalau kita mencoba membuka internet dan mencari artikel atau tulisan seputar akselerasi, maka yang kita temukan banyak sekali yang bernada negatif atau kontra. Ini bukan semata kesalahan masyarakat, namun juga kekurangan sekolah dan pemerintah dalam mensosialisasikan program ini secara tepat dan baik.
Begitu pun orang yang mengaku sebagai pakar pendidikan yang biasa bergulat dengan berbagai teori dan wacana tanpa mampu melihat pelaksanaannya secara lebih detil atau merata. Kekeliruan pelaksanaan progam di beberapa sekolah kemudian menjadi dalih atau alasan bagi mereka dalam menyatakan bahwa akselerasi tidak tepat, salah dan ngawur dalam mengakomodasi anak-anak yang memiliki kecerdasan superior atau cerdas istimewa. Sementara sekolah yang dinilai berhasil menyelenggarakan program ini cenderung menutup diri untuk berbagi pengalaman dan strategi pelaksanaan mereka kepada sekolah lain. Harus kita akui dan pahami bahwa akselerasi memangg bukan satu-satunya jenis layanan pada anak cerdas istimewa, namun yang harus dimengerti pula oleh masyarakat bahwa sekolah tidak dapat dengan mudah atau asal-asalan membuat sebuah inovasi layanan pendidikan karena menyangkut masalah legalitas dan kesinambungan program bagi siswa-siswa yang mengikuti program tersebut. Dan sampai saat ini, program yang relatif siap untuk itu adalah akselerasi. Oleh karena itulah maka senantiasa mengusullkan kepada pemerintah untuk juga memfasilitasi bentuk layanan lainnya. Melakukan proses rekruitmen yang benar-benar mengikuti aturan dan prosedur baku dan telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Masalah yang dihadapi sekolah penyelenggara akselerasi dalam perjalanan proses pendidikan di kelas salah satu faktor yang sangat menentukannya adalah pada proses perekrutan. Apabila sekolah mencoba-coba bermain atau tidak serius dalam masalah perekrutan ini maka akan dapat dipastikan mengalami berbagai masalah perkembangan siswa didiknya, seperti ada siswa yang tidak kuat mengikuti proses pembelajaran dalam tingkat kecepatan yang tinggi atau masalah dalam perkembangan dan kematangan psikologis. Jadi apabila perekrutan dijalankan secara benar maka tidak akan kita temui siswa yang drop dan masuk ke kelas reguler karena pada hakekatnya mereka telah memiliki potensi yang baik
2) Sekolah terus membenahi diri dalam meningkatkan sumber daya tenaga pendidik, minimal dalam pemahaman tentang karakteristik anak cerdas istimewa
3) Tidak memperlakukan akselerasi secara berlebihan, kecuali dalam hal metode dan pendalaman materi
4) Perlu adanya pembinaan dan peningkatan Sumber Daya Guru yang berkesinambungan bagi peningkatan kualitas pendidikan khususnya dalam mendampingi siswa akselerasi.
5 )Perlunya kerjasama antara semua pihak untuk membenahi kekurangan dalam penyelenggaraan akselerasi.
6 )Pemerintah melakukan berbagai penelitian dan uji coba untuk program dan metode alternatif lainnya secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga masyarakat dapat memilah dan memilih berbagai bentuk layanan bagi siswa cerdas istimewa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar